Senin, Januari 2

Hakikat Sejati Kebahagiaan

Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri
Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lapang, lebih dalam dan lebih bersih.

Kita  idak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pangkat, jabatan, semua itu tidak hakiki. Itu semua datang dari luar. Saat semua hilang, dengan cepat hilang pula kebahagiaan. Sebaliknya rasa sedih, kehilangan, kabar buruk, nasib buruk, itu semua juga datang dari luar. Saat semua itu datang dan hati kau dangkal, hati kau seketika keruh berkepanjangan.

Berbeda halnya jika kau punya mata air sendiri di dalam hati. Mata air dalam hati itu bersifat konkret. Mata air itu menjadi sumber kebahagiaan yang tidak terkira. Bahkan ketika musuh kau mendapatkan kesenangan, kau bisa ikut senang atas kabar baiknya, ikut berbahagia karena hati kau lapang dan dalam. Sementara orang-orang yang hatinya dangkal, sempit, tidak terlatih, bahkan ketika sahabat baiknya mendapatkan nasib baiknya, dia dengan segera iri hati dan gelisah.Padahal apa susahnya ikut senang.

Itulah hakikat sejati kebahagiaan. Ketika kau bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata. Memperolehnya tidak mudah, kau harus terbiasa dengan kehidupan bersahaja, sederhana dan apa adanya.Kau harus bekerja keras, sungguh-sungguh dan atas pilihan sendiri, memaksa hati untuk berubah.

Kalimat-kalimat ini hanyalah secuil dari  sebuah makna yang saya baca dari sebuah buku yang menurut saya sangat bagus dan recomended. Dari buku itu, kita semua akan beljar banyak mengenai kebahagiaan, sosok seorang ayah, ibu dan kesederhanaan.

Buku itu berjudul "Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere-Liye"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar