Senin, April 23
Minggu, April 22
Move On
move-on itu bukan tentang melupakan, tapi tentang merelakan.
Melupakan tak bisa dipaksa. Bahkan kamu tak bisa menyuruh diri kamu sendiri untuk melupakannya. Lupa itu otomatis. Kalau saatnya sudah tiba, perlahan waktu akan membantumu untuk melupakannya. Tapi sebelum saat itu tiba, lebih baik kondisikan hati kamu untuk merelakannya. Dengan begitu hidup kamu bisa lebih tenang, walaupun kamu masih belum bisa melupakannya. Dan kalaupun kamu mengingatnya, kenangan yang akan kamu jumpai adalah hikmah yang bertaburan, bukan rasa yang menyesakkan. Lagian, yang namanya rezeki, kemuliaan, apalagi jodoh itu enggak akan pernah tertukar. Jadi tenang saja, stay cool, enggak usah terlalu khawatir lah.”
Melupakan tak bisa dipaksa. Bahkan kamu tak bisa menyuruh diri kamu sendiri untuk melupakannya. Lupa itu otomatis. Kalau saatnya sudah tiba, perlahan waktu akan membantumu untuk melupakannya. Tapi sebelum saat itu tiba, lebih baik kondisikan hati kamu untuk merelakannya. Dengan begitu hidup kamu bisa lebih tenang, walaupun kamu masih belum bisa melupakannya. Dan kalaupun kamu mengingatnya, kenangan yang akan kamu jumpai adalah hikmah yang bertaburan, bukan rasa yang menyesakkan. Lagian, yang namanya rezeki, kemuliaan, apalagi jodoh itu enggak akan pernah tertukar. Jadi tenang saja, stay cool, enggak usah terlalu khawatir lah.”
Penerimaan
“Penerimaan itu sifatnya alami. Enggak bisa dipaksa. Emang butuh proses
sih. Kalau hati kamu hanya baru bisa menerima dia, tapi belum bisa
menerima yang lainnya, artinya kamu masih belum bisa menerima kehidupan.
Seburuk apapun kejadian yang menimpa kita, Allah selalu punya maksud,
dan itu pasti baik. Pikiran kitanya saja yang suka berburuk sangka.
Perasaan kitanya saja yang suka lebay. Padahal yang harus kita lakukan
hanyalah percaya, kalau Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita,
lalu menerima Ketetapan-Nya dengan sepenuh hati. Kalau mau sederhana,
sebenernya hidup kita itu hanyalah perpindahan dari satu takdir ke
takdir yang lainnya. Kalau kamu belum ditakdirkan hidup bersamanya.
Sudah pasti dia bukan yang terbaik buat kamu. Tidak semua takdir bisa
diubah, dan ada takdir yang hanya harus kita hadapi dengan sebuah
penerimaan.
by Nazrul Anwar
by Nazrul Anwar
Menjaga Hati
Tak mudah untuk terus berkomitmen
Tak mudah untuk tak lengah dengan keadaan ini
Tak mudah untuk tak tergoyah dengan segala perhatian mu
Ku sadari hati ini hanyalah sebuah karang
Yang akan terkikis oleh derasnya ombak yang menghantam
Tapi aku tak ingin karang ini terkikis dengan cepatnya
Karena ku takut perhatianmu hanyalah sesaat
Aku tak ingin terlena terlalu jauh dengan segala sikapmu
Aku ingin terus menjaga hati ini
Hingga saatnya tiba
Hingga karang pun tak mudah terkikis dengan derasnya ombak
Tetapi yang ada hanyalah nyanyian ombak yang menemani karang ini
Tak akan ada yang pernah tahu kapan nyanyian itu akan dimulai
Tak ada yang tahu kapan saatnya
Apakah saat sang Raja yang muncul di pagi hari
ATAU
Apakah saat sang Ratu muncul di gelapnya malam
Yang tahu hanyalah Sang Pencipta
Sang Pencipta yang terus menemaniku menjalani hidup ini
SangPencipta yang terus menuntunku untuk menjaga hati ini
Hingga lantunan lagu pun tiba menemani
Selasa, April 3
Agrinex Expo 2012
Agrinex Expo 2012 dilaksanakan pada tanggal 29 Maret-1 April 2012 di Jakarta Convention Center. Agrinex Expo tahun ini merupakan tahun ke-6 dilaksanakan di JCC dengan tema Agribusinees for all. Pembukaan acara ini dibuka oleh Ibu Rifda selaku pimpinan dari event organizer Perfomax untuk pelaksanaan agrinex expo ini. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor IPB dan Menteri Pertanian.
Nah, saya ikut hadir dalam acara ini pada hari pertama dan terakhir. Menurut saya pribadi, acara ini sangat menarik dan stand yang mengisi kegiatan ini sangat banyak, lebih banyak dari tahun kemarin. Tahun ini, stand yang mengisi terdapat di hall A dan sebagian hall B. Sedangkan tahun sebelumnya, stand hanya berada di hall A.
Yang menarik perhatian para pengunjung dari kegiatan Agrinex Expo tahun ini adalah adanya sepatu high heels yang terbuat dari bunga mawar orange, dan banyak dari pengunjung yang mendokumentasikan hal tersebut. Termasuk saya, hehe :p
Selain, sepatu high heels juga terdapat hal lain yang menarik pengunjung seperti bola kayu yang terbuat dari ranting-ranting pohon dan di tengah bola tersebut terdapat kumpulan bunga mawar. Ada juga hewan-hewan yang menarik untuk pengunjung adalah ada hewan kelinci, ular, kura-kura dan ikan.
Ada juga maskot dari pihak PERHUTANI yang menarik.
Yang pasti, dua hari kemarin saya foto-foto hehehe :p
Nah, saya ikut hadir dalam acara ini pada hari pertama dan terakhir. Menurut saya pribadi, acara ini sangat menarik dan stand yang mengisi kegiatan ini sangat banyak, lebih banyak dari tahun kemarin. Tahun ini, stand yang mengisi terdapat di hall A dan sebagian hall B. Sedangkan tahun sebelumnya, stand hanya berada di hall A.
Yang menarik perhatian para pengunjung dari kegiatan Agrinex Expo tahun ini adalah adanya sepatu high heels yang terbuat dari bunga mawar orange, dan banyak dari pengunjung yang mendokumentasikan hal tersebut. Termasuk saya, hehe :p
Selain, sepatu high heels juga terdapat hal lain yang menarik pengunjung seperti bola kayu yang terbuat dari ranting-ranting pohon dan di tengah bola tersebut terdapat kumpulan bunga mawar. Ada juga hewan-hewan yang menarik untuk pengunjung adalah ada hewan kelinci, ular, kura-kura dan ikan.
Ada juga maskot dari pihak PERHUTANI yang menarik.
Yang pasti, dua hari kemarin saya foto-foto hehehe :p
Selasa, Maret 27
Bangkit dari Kegagalan
Kegagalan yang saya maksud disini biasa diartikan apapun. Entah kegagalan dalam cinta, pertemanan,pendidikan ataupun karier. Disini saya hanya ingin share dengan apa yang telah saya alami satu bulan yang lalu. Dan yang saya alami cukup berat bagi saya, mungkin bagi kalian tidak apalagi bagi yang pernah merasakan apa yang telah saya almi bahkan lebih. Satu bulan yang lalu saya harus menerima kenyataan bahwa saya harus mengulang penelitian S1 yag telah saya kerjakan selama 1 tahun sejak Februari 2011.
Hancur, kecewa, dan menangis. Itu pasti. Dan itu adalah luapan perasaa yang saya alami saat itu. Tapi, saya pun berfkir apakah saya akan stuck dengan keadaan ini. Terpuruk dalam situasi yang tidak pasti. Meratapi dan terus mengatakan "Saya menyesal" dengan kejadian ini. Oh, Tidak! Itu hanya akan menghabiskan waktu yang saya punya. Curhat? Oke, saya akui cara itu cukup ampuh tapi apakah saya akan terus bergantung dengan orang, menunggu pemberian semangat dari orang-orang di sekitar kita. Semua orang punya kepentingan dalam kehidupannya, dan kita tdak mungkin terus merecoki kehidupan mereka dengan cerita dan keluhan kita mengenai kejadian ini.
Yang saya bisa lakukan saat itu adalah meyakinkan diri saya bahwa saya bisa mengahadapi kejadian ini. Saya berusaha menumbuhkan prinsip dalam hati saya adalah "Saya tidak boleh kalah dalam peperangan ini entah melawan keadaa ataupun seseorang". Dan saya pun terus menanamkan dalam diri saya bahwa "Never GIVE UP". Mungkin kalian semua akan mengatakan, bahwa apa yang saya tulis mudah tetapi sulit untuk dipraktikkan. Tapi itu pun, saya alami.Sejak kegagalan itu terjadi, saya pun masih mengalami jatuh bangun semangat untu memulai usaha lagi. Dan itu pun sangat sulit, cobaan yang datang bahkan lebih sulit dari sebelumnya. Tapi yang membuat saya bisa bangkit lagi adalah NIAT. Niat kita dalam menjalankan kehidupan ini. Saya selalu yakin, apabila NIAT yang kita miliki tulus maka akan segala sesuatunya akan diberi kemudahan. Selain NIAT, saya pun selalu merasa yakin dengan suatu kalimat "Semua akan indah pada waktunya". Tuhan pasti akan memberi cobaan kepada hamba-Nya dimana hamba-Nya pasti bisa melewatinya. Cobaan itu bisa jadi untuk membentuk pribadi kita menjadi manusia yang lebih baik ataupun untuk mngevaluasi diri kita atas apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Dan mungkin, cobaan yang saya alami saat itu merupakan salah satu dari dua cobaan di atas.
Selain cara tersebut, kita pun bisa mencoba untuk lebih memaknai kejadian apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Mencoba mempelajari hubungan sebab akibat dalam kehidupan, kebaikan dan keburukan yang kita tanam akan kita dapatkan efeknya di masa yang akan datang dan hal itulah yang akan membuat kita berfikir dua kali untuk bertindak.Dan yang terakhir mencoba untuk terus bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh serta melihat realita yang terjadi di sekitar kita bahwa cobaan yang kita alami bukan apa-apa dibandingkan cobaan yang dialami di luar sana tetapi mereka masih bisa tersenyum menghadapi kehidupan ini.
Hancur, kecewa, dan menangis. Itu pasti. Dan itu adalah luapan perasaa yang saya alami saat itu. Tapi, saya pun berfkir apakah saya akan stuck dengan keadaan ini. Terpuruk dalam situasi yang tidak pasti. Meratapi dan terus mengatakan "Saya menyesal" dengan kejadian ini. Oh, Tidak! Itu hanya akan menghabiskan waktu yang saya punya. Curhat? Oke, saya akui cara itu cukup ampuh tapi apakah saya akan terus bergantung dengan orang, menunggu pemberian semangat dari orang-orang di sekitar kita. Semua orang punya kepentingan dalam kehidupannya, dan kita tdak mungkin terus merecoki kehidupan mereka dengan cerita dan keluhan kita mengenai kejadian ini.
Yang saya bisa lakukan saat itu adalah meyakinkan diri saya bahwa saya bisa mengahadapi kejadian ini. Saya berusaha menumbuhkan prinsip dalam hati saya adalah "Saya tidak boleh kalah dalam peperangan ini entah melawan keadaa ataupun seseorang". Dan saya pun terus menanamkan dalam diri saya bahwa "Never GIVE UP". Mungkin kalian semua akan mengatakan, bahwa apa yang saya tulis mudah tetapi sulit untuk dipraktikkan. Tapi itu pun, saya alami.Sejak kegagalan itu terjadi, saya pun masih mengalami jatuh bangun semangat untu memulai usaha lagi. Dan itu pun sangat sulit, cobaan yang datang bahkan lebih sulit dari sebelumnya. Tapi yang membuat saya bisa bangkit lagi adalah NIAT. Niat kita dalam menjalankan kehidupan ini. Saya selalu yakin, apabila NIAT yang kita miliki tulus maka akan segala sesuatunya akan diberi kemudahan. Selain NIAT, saya pun selalu merasa yakin dengan suatu kalimat "Semua akan indah pada waktunya". Tuhan pasti akan memberi cobaan kepada hamba-Nya dimana hamba-Nya pasti bisa melewatinya. Cobaan itu bisa jadi untuk membentuk pribadi kita menjadi manusia yang lebih baik ataupun untuk mngevaluasi diri kita atas apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Dan mungkin, cobaan yang saya alami saat itu merupakan salah satu dari dua cobaan di atas.
Selain cara tersebut, kita pun bisa mencoba untuk lebih memaknai kejadian apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Mencoba mempelajari hubungan sebab akibat dalam kehidupan, kebaikan dan keburukan yang kita tanam akan kita dapatkan efeknya di masa yang akan datang dan hal itulah yang akan membuat kita berfikir dua kali untuk bertindak.Dan yang terakhir mencoba untuk terus bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh serta melihat realita yang terjadi di sekitar kita bahwa cobaan yang kita alami bukan apa-apa dibandingkan cobaan yang dialami di luar sana tetapi mereka masih bisa tersenyum menghadapi kehidupan ini.
Kegagalan yang Berarti
Kejadian 1 bulan lalu tepatnya awal Februari merupakan peristiwa yang tidak pernah saya bayangkan akan terjadi. Berbagai impian dan cita-cita yang telah saya rencanakan setelah seminar dan sidang S1 tiba-tiba runtuh seketika dengan hasil yang tidak memuaskan.
Hari ini pun,, saya telah berani untuk menceritakan apa yang terjadi saat itu karena saya baru merasa saya telah mampu bangkit dari kegagalan tersebut. Kegagalan yang kini membuat saya belajar banyak tentang hubungan sebab akibat dalam kehidupan ini.
28 Januari 2012 saya mendapatkan email dari PT Genetika mengenai hasil sekuensing 4 isolat saya. Harapan saya saat itu adalah daam waktu 2 minggu saya harus sudah bisa membuat pohon filogenetik dan draft naskah seminar saya kepada kedua pembimbing saya dan dengan impian2 saya lainnya Tapi ternyata takdir berkata lain, saat saya menerima hasil tersebut, teman sebimbingan saya mahasiswa S3 mengatakan untuk mem-BLAST hasil sekuen saya di situs NCBI. Dan saya pun melakukan semuanya terhadap 4 isolat saya. Dan hasilnya adalah seluruh isolat saya adalah bakteri GRAM NEGATIF. Sedangkan berdasarkan morfologinya dan hipotesis saya, isolat saya merupakan bakteri GRAM POSITF. Sat itu juga, saya sudah merasa down, saya pu mulai berfikir negative thinking terhadap hasil sekuen saya. Intinya yang saya rasakan saat itu, saya hanya ingin memnangis untuk menumpahkan segala perasaan yang ada. Mungkin terasa lebay, tapi itulah kenyataannya, sakit karena apa yang telah saya kerjakan hampir 1 tahun hasilnya tidak berhasil. Sore itu juga , saya memutuskan untuk ke Rektorat. Berharap perasaan ini akan jadi lebih baik. Rektorat atau lebih tepatnya Ditmawa adalah tempat kedua saya merasa nyaman dan tidak terlalu memikirkan segala masalah saya dengan berat.
Tapi ternyata,,hasilnya sama saja dan memamng kebetulan hari itu teman-teman saya yang ada di Ditmawa sedang rapat jadi otomatis saya tidak akan bisa curhat dengan mereka. Akhirnya saya pun pulang ke kostan, dan sejak sore itulah saya menangis. Menangis sejadi-jadinya, dan saya baru mersakan menangis hingga dada ini terasa sesak dan tak bersuara lagi . Saya sering mengalami kekecewaan karena banyak hal. Tapi, hal ini sangat beda, karena ini merupakan penelitian yang akan mengantarkan saya ke gelar S1. Gelar yang saya sangat harapkan dan orang tua pastinya. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana sedihnya perasaan orang tua saya apabila mengetahui kejadian ini. Dan saya pun tidak kuat untuk membayangkannya. Karena merekalah penyemangat saya dalam penelitian ini. Saya sudah terlalu sering menyakiti mereka,,dan kejaddian ini pun pasti membuat merak sedih. Yang saat itu saya lakukan hanyalah menangis dalam salat saya, menangis dalam tidur saya. Setiap melihat hasil skuens tersebut membuat saya semakin terpuruk.Di saat itupun, saya mencoba untuk curhat kepada orang-orang terdekat saya Cipta (my bestfriend), Nung (mommy bem km) dan Kak Cayoo. Mereka semua menyarankan saya untuk konsultasi dengan kedua pemimbing saya.
Dan pada malam itulah saya pun mencoba untuk bangkit dan semangat untuk menjalani hari esok. Satu hal yang saya pikirkan malam itu adalah, saya ga boleh nangis lagi, mulai besok saya harus ketemu dosen terus mencoba ngelab lagi dari awal. Saya pun langsung membuat rencana-rencana supaya peneltian ini tetap jalan, ga boleh stuck disini hanya karena hasil tersebut. Yang saya punya malam itu hanyalah semangat dan keyakinan saya tidak boleh menyerah. Hanya itu saja.
Selama 3 hari sayaberkonsultasi dengan pembimbing kedua saya untuk memastikan apakah hasil sekuens saya benar atau tidak. Dan akhirnya pada hari Rabu, saya pun memberanikan diri untuk melapor hasilnya kepada pembimbing satu saya bahwa hasil sekuens saya tidak bagus. Dan akhirnya pun saya harus mengulang penelitian S1 saya ini. Beberapa teman saya menyarankan untuk mengganti topik bahkan ganti pembimbing. Tapi saya tidak mau, karena saya pun akan merasa sangat lelah apabila saya harus belajar hal baru lagi. Lebih bak saya memperbaiki apa yang sudah saya pelajari dan harapannya saya akan lebih mengerti dengan topik penelitian saya. Dan sampai seminggu, hal itu terjadi saya pun belum emmberitahukan kepada orang tua saya, karena ketakutan saya akan reaksi mereka terhadap kejadian ini. Akhirnya saya pun memberitahukan ayah saya melalui sms. Sore harinya, adik saya, ayah saya menelpon saya terus dan saya pun tidak mengankat telepon tersebut. Saya merasa belum kuat untuk berbicara dengan saya, saya tidak ingin menangis lagi. Hanya itu ketakutan saya. Mungkin saya sudah terlalu lelah menangis. Kata-kata sms Ayah juga merupakan faktor yang membuat saya bangkit dari keadaan ini. Kata-kata yang paling saya ingat adalah "TATAP MASA DEPANMU DENGAN CERIA DAN OPTIMIS". Saya tidak menyangka sekalipun terharu dengan kata-kata itu.
Dan kini pun, sudah 2 bulan saya menjalani penelitian dari awal. Rasanya? Berat tapi saya yakin semua akan indah pada waktunya (Wiraswasta 2012). Saya pun mulai mendekatkan diri dengan Tuhan, belajar untuk lebih banyakbersyukur dengan apa yang telah saya peroleh. Sya pun tak kan bisa bangkit tanpa mereka semua, teman-teman yang selalu ada di samping saya. Semangat saya pun harus saya tingkatkan terus. Dan hal yang membuat saya tidak ingin meyera adalah, "SAYA TIDAK BOLEH KALAH BERPERANG DENGAN KEADAAN INI". Karena, kejadian yang saya alami sekarang adalah modal untuk saya mejadi pribadi yang memiliki mental yang kuat dalam mengahdapi kehidupan yang keras ini.
Hari ini pun,, saya telah berani untuk menceritakan apa yang terjadi saat itu karena saya baru merasa saya telah mampu bangkit dari kegagalan tersebut. Kegagalan yang kini membuat saya belajar banyak tentang hubungan sebab akibat dalam kehidupan ini.
28 Januari 2012 saya mendapatkan email dari PT Genetika mengenai hasil sekuensing 4 isolat saya. Harapan saya saat itu adalah daam waktu 2 minggu saya harus sudah bisa membuat pohon filogenetik dan draft naskah seminar saya kepada kedua pembimbing saya dan dengan impian2 saya lainnya Tapi ternyata takdir berkata lain, saat saya menerima hasil tersebut, teman sebimbingan saya mahasiswa S3 mengatakan untuk mem-BLAST hasil sekuen saya di situs NCBI. Dan saya pun melakukan semuanya terhadap 4 isolat saya. Dan hasilnya adalah seluruh isolat saya adalah bakteri GRAM NEGATIF. Sedangkan berdasarkan morfologinya dan hipotesis saya, isolat saya merupakan bakteri GRAM POSITF. Sat itu juga, saya sudah merasa down, saya pu mulai berfikir negative thinking terhadap hasil sekuen saya. Intinya yang saya rasakan saat itu, saya hanya ingin memnangis untuk menumpahkan segala perasaan yang ada. Mungkin terasa lebay, tapi itulah kenyataannya, sakit karena apa yang telah saya kerjakan hampir 1 tahun hasilnya tidak berhasil. Sore itu juga , saya memutuskan untuk ke Rektorat. Berharap perasaan ini akan jadi lebih baik. Rektorat atau lebih tepatnya Ditmawa adalah tempat kedua saya merasa nyaman dan tidak terlalu memikirkan segala masalah saya dengan berat.
Tapi ternyata,,hasilnya sama saja dan memamng kebetulan hari itu teman-teman saya yang ada di Ditmawa sedang rapat jadi otomatis saya tidak akan bisa curhat dengan mereka. Akhirnya saya pun pulang ke kostan, dan sejak sore itulah saya menangis. Menangis sejadi-jadinya, dan saya baru mersakan menangis hingga dada ini terasa sesak dan tak bersuara lagi . Saya sering mengalami kekecewaan karena banyak hal. Tapi, hal ini sangat beda, karena ini merupakan penelitian yang akan mengantarkan saya ke gelar S1. Gelar yang saya sangat harapkan dan orang tua pastinya. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana sedihnya perasaan orang tua saya apabila mengetahui kejadian ini. Dan saya pun tidak kuat untuk membayangkannya. Karena merekalah penyemangat saya dalam penelitian ini. Saya sudah terlalu sering menyakiti mereka,,dan kejaddian ini pun pasti membuat merak sedih. Yang saat itu saya lakukan hanyalah menangis dalam salat saya, menangis dalam tidur saya. Setiap melihat hasil skuens tersebut membuat saya semakin terpuruk.Di saat itupun, saya mencoba untuk curhat kepada orang-orang terdekat saya Cipta (my bestfriend), Nung (mommy bem km) dan Kak Cayoo. Mereka semua menyarankan saya untuk konsultasi dengan kedua pemimbing saya.
Dan pada malam itulah saya pun mencoba untuk bangkit dan semangat untuk menjalani hari esok. Satu hal yang saya pikirkan malam itu adalah, saya ga boleh nangis lagi, mulai besok saya harus ketemu dosen terus mencoba ngelab lagi dari awal. Saya pun langsung membuat rencana-rencana supaya peneltian ini tetap jalan, ga boleh stuck disini hanya karena hasil tersebut. Yang saya punya malam itu hanyalah semangat dan keyakinan saya tidak boleh menyerah. Hanya itu saja.
Selama 3 hari sayaberkonsultasi dengan pembimbing kedua saya untuk memastikan apakah hasil sekuens saya benar atau tidak. Dan akhirnya pada hari Rabu, saya pun memberanikan diri untuk melapor hasilnya kepada pembimbing satu saya bahwa hasil sekuens saya tidak bagus. Dan akhirnya pun saya harus mengulang penelitian S1 saya ini. Beberapa teman saya menyarankan untuk mengganti topik bahkan ganti pembimbing. Tapi saya tidak mau, karena saya pun akan merasa sangat lelah apabila saya harus belajar hal baru lagi. Lebih bak saya memperbaiki apa yang sudah saya pelajari dan harapannya saya akan lebih mengerti dengan topik penelitian saya. Dan sampai seminggu, hal itu terjadi saya pun belum emmberitahukan kepada orang tua saya, karena ketakutan saya akan reaksi mereka terhadap kejadian ini. Akhirnya saya pun memberitahukan ayah saya melalui sms. Sore harinya, adik saya, ayah saya menelpon saya terus dan saya pun tidak mengankat telepon tersebut. Saya merasa belum kuat untuk berbicara dengan saya, saya tidak ingin menangis lagi. Hanya itu ketakutan saya. Mungkin saya sudah terlalu lelah menangis. Kata-kata sms Ayah juga merupakan faktor yang membuat saya bangkit dari keadaan ini. Kata-kata yang paling saya ingat adalah "TATAP MASA DEPANMU DENGAN CERIA DAN OPTIMIS". Saya tidak menyangka sekalipun terharu dengan kata-kata itu.
Dan kini pun, sudah 2 bulan saya menjalani penelitian dari awal. Rasanya? Berat tapi saya yakin semua akan indah pada waktunya (Wiraswasta 2012). Saya pun mulai mendekatkan diri dengan Tuhan, belajar untuk lebih banyakbersyukur dengan apa yang telah saya peroleh. Sya pun tak kan bisa bangkit tanpa mereka semua, teman-teman yang selalu ada di samping saya. Semangat saya pun harus saya tingkatkan terus. Dan hal yang membuat saya tidak ingin meyera adalah, "SAYA TIDAK BOLEH KALAH BERPERANG DENGAN KEADAAN INI". Karena, kejadian yang saya alami sekarang adalah modal untuk saya mejadi pribadi yang memiliki mental yang kuat dalam mengahdapi kehidupan yang keras ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
